Kodrat Manusia sebagai Manusia

Kodrat Manusia sebagai Manusia

Kodrat

Kodrat Manusia sebagai Manusia
Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki Kodrat atau Hakikat sebagai Makhluk Tuhan yang Beradab. Oleh karena itu, sebagai Insan yang Berakal dan Beradab, kita harus mampu menempatkan diri dalam posisi yang tepat terhadap Kodrat Manusia sebagai Manusia yang Setia Hati atau ber-SH tersebut.
Namun, bagaimana cara menjalankan kodrat manusia dengan benar? ; Apa yang seharusnya menjadi panduan bagi kita sebagai insan Persaudaraan Setia Hati Terate? ; karena dijumpai permasalahan sebagaimana dalam memposisikan pribadi terhadap suatu suratan kodrat dari Ilahi yang hukumnya jadi setara, atau sebanding dan juga serupa serta praktis yang sama halnya dalam hukum wajib bagi setiap makhluk dalam menjadi hidup.

Pemahaman Terhadap Kodrat Manusia

Dalam memilih jalan hidup, seringkali kita dibingungkan oleh tiga kemungkinan sikap dalam memahami kodrat manusia. Namun, dari ketiga sikap tersebut, manakah yang bisa dijadikan sebagai acuan bagi setiap anggota Persaudaraan Setia Hati Terate?
Untuk memudahkan pemahaman dan menentukan pilihan, ada baiknya kita mengenal tiga sikap tersebut, sebagai berikut:
  1. Pertama, adalah menolak kodrat manusia yang telah ditentukan Tuhan. Sikap ini bisa dianalogikan dengan ketidakpercayaan terhadap takdir dan pengorbanan yang diwajibkan sebagai manusia.
  2. Selanjutnya Kedua, Kemungkinan adalah Menerima terhadap Kodrat Pribadi yang sebagai Manusia dengan begitu saja tanpa berusaha menghayati dan mengambil inti sari suatu pelajaran dari proses kodrat manusiawi; yang mana telah diketahui bahwa sebagai insan manusia sebagai Makhluk yang unggul dan hal ini banyak hal di kiaskan dari cerita seperti Manusia lebih unggul dari Malaikat, dan juga Manusia sejak dalam pembuahan itu juga unggul.
  3. Terakhir yang Ketiga, Kemungkinan menerima begitu saja secara Dinamis terhadap suatu Kodrat Manusia dengan penuh Optimisme, namun perlu diingat bahwa sikap ini tidak selalu menjamin kepastian dan stabilitas dari dalam diri.
Dari ketiga kemungkinan tersebut, sebenarnya setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih. Namun, jika kita berbicara mengenai Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai pilihan pergaulan, maka pilihan yang tepat adalah kemungkinan ketiga yaitu “menjadi manusia yang berakhlak baik dan berperilaku santun serta sopan dalam kehidupan sehari-hari”. Mengapa demikian?
Karena sebagai anggota Persaudaraan Setia Hati Terate, kita diharapkan mampu menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kejujuran, dan kepercayaan. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, sikap dan perilaku yang santun serta sopan akan menunjukkan karakter dan integritas yang baik sebagai seorang warga Persaudaraan. Selain itu, sikap dan perilaku tersebut juga akan memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar dan menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak yang sama.
Dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, setiap warga diharapkan mampu menjadi teladan bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, memilih untuk menjadi manusia yang berakhlak baik dan berperilaku santun serta sopan adalah pilihan yang tepat dan dapat dijadikan sebagai panutan bagi setiap warga Persaudaraan.

1. Menolak Terhadap Kodrat

Menolak kodrat manusia bukanlah pilihan yang bijak bagi insan Persaudaraan Setia Hati Terate. Menolak kodrat manusia sama saja dengan menolak keberadaan diri dan keberadaan Allah Swt. Hal ini akan mengakibatkan sifat sombong, congkak, dan individualistik yang justru bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi dasar Persaudaraan Setia Hati Terate. Lebih jauh lagi, kemungkinan ini dapat mendorong seseorang menjadi egois, tidak mau menerima kehadiran orang lain, dan bahkan dapat berujung pada sikap radikal.
Oleh karena itu, sebagai insan Persaudaraan Setia Hati Terate, kita harus memilih kemungkinan yang lebih baik, yaitu menerima kodrat manusia dengan segala keterbatasannya. Dalam hal ini, kita harus memahami bahwa manusia adalah makhluk yang dinamis dan selalu berkembang.  Dengan menerima kodrat manusia, kita dapat mengembangkan sikap rendah hati, menghargai keberagaman, dan bersikap terbuka terhadap perbedaan. Kita juga harus bersemangat dan optimis dalam menghadapi tantangan hidup. Ketika mengalami cobaan, kita harus tabah dan tidak mudah putus asa, sementara ketika menerima berkah, kita harus bersyukur dan tetap rendah hati.
Melalui penerimaan kodrat manusia, kita akan mendapatkan pencerahan dan kesadaran akan makna diri kita sebagai manusia yang selalu berserah diri dan bertawakal pada Sang Pencipta, yaitu Allah Swt. Dengan sikap tawakal dan pasrah, kita akan mencapai tataran nilai-nilai kemanusiaan yang lebih tinggi.
Dalam kesimpulannya, sebagai Warga Persaudaraan Setia Hati Terate yang bijak, kita harus memilih kemungkinan yang positif dan optimis dalam menghadapi hidup. Dengan menerima kodrat manusia dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kita akan mencapai pencerahan dan kesempurnaan sebagai manusia yang taat dan berbudi luhur.

2. Menerima Kodrat

Menerima kodrat manusia bukan berarti hanya menerima keadaan tanpa daya dan upaya untuk memperbaiki diri. Maka kita harus berusaha menghayati dan mengambil pelajaran dari setiap titik dalam proses ketika saat di posisi bawah, tengah maupun atas kodrat manusiawi, jika tidak bertindak seperti itu sama artinya dengan menjerumuskan diri kedalam keputusasaan, nglokro tanpa daya upaya tekad semangat juang bertahap hidup. Padahal sudah jelas sejak lahir, ketika masih dalam pembuahan sudah menjadi bibit yang ungul dan seperti ketika masih balita dan telanjang bulat tanpa pretensi kita telah dinamakan manusia.
Oleh karena itu, kita harus memperlihatkan sikap manusiawi dengan menerima kodrat manusia dengan kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi. Jangan sampai kita terjerumus pada keputusasaan dan hidup tanpa arah karena tidak memahami makna dari kodrat manusia.
Sebagai Warga Persaudaraan Setia Hati Terate, kita harus memilih untuk menerima kodrat manusia dengan penuh kesadaran dan semangat. Dengan begitu, kita akan selalu memiliki arah dan tujuan dalam hidup, serta selalu bersemangat dalam menghadapi setiap rintangan yang ada.

3. Menerima Kodrat dengan Optimis

Menerima kodrat manusia dengan penuh optimisme adalah suatu sikap yang positif dan yakin. Hal ini didasari oleh kemauan untuk menerima kodrat dengan bersyukur dan berusaha untuk terus meningkatkan diri. Insan Persaudaraan Setia Hati Terate percaya bahwa kodrat manusia terdiri dari dua hal, yaitu kodrat yang mutlak dan tidak dapat diubah serta kodrat yang masih dapat diperbaiki.
Dalam menerima kodrat, seseorang harus memiliki sikap positif dan optimis. Dengan begitu, seseorang dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Selain itu, sikap optimis juga membantu seseorang untuk memandang hidup dengan lebih baik, sehingga dapat mengatasi tantangan hidup dengan lebih baik.
Oleh karena itu, menerima kodrat manusia dengan optimis adalah suatu sikap yang dianjurkan dalam Persaudaraan Setia Hati Terate. Dengan memiliki sikap positif dan optimis, setiap warga Persaudaraan dapat menjadi panutan bagi orang lain dalam menghadapi kodrat manusia.
<a href="https://www.pshterate.com/"><img src="Kodrat Manusia sebagai Manusia Ketua, Dewan, Pengurus, Emha Cak Nun PSHT Alif.webp" alt="Kodrat Manusia sebagai Manusia"></a>

Hak Kodrat mutlak adalah Azazi Allah SWT

Kodrat hak dan mutlak merupakan azazi atau ketentuan Allah SWT yang tidak bisa diubah oleh manusia, seperti kelahiran, rejeki, jodoh, dan kematian. Namun, ada juga kodrat manusia yang masih bisa diubah dengan ikhtiar manusia, seperti menjadi pandai dengan rajin belajar, menjadi kaya dengan hemat dan bekerja keras, dan sebagainya.
Sebagai manusia berbudaya yang yakin dengan keberadaan dirinya dan keberadaan Allah SWT, kita harus menerima kodrat manusia yang dinamis dengan penuh optimisme. Hal ini akan membuat kita selalu bersemangat dan tidak mudah putus asa. Dengan menerima kodrat manusia yang dinamis dengan optimisme, kita akan selalu bersikap pasrah dan tawakal dalam nilai-nilai kemanusiaan yang manusiawi.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan yang terakhir merupakan yang seharusnya kita terapkan dalam kedudukan kita sebagai manusia berbudaya. Kita harus yakin akan keberadaan diri kita dan keberadaan Allah SWT.
Dengan menerima kodrat manusia yang dinamis dengan penuh optimisme, kita akan selalu bersemangat dan tidak mudah putus asa. Sikap ini akan membawa kita pada tataran nilai-nilai kemanusiaan yang manusiawi, yang selalu bersikap pasrah dan tawakal.
Menerima kodrat manusia dengan penuh optimisme juga akan membawa kita pada suatu pencerahan dan kesadaran akan makna diri kita sebagai manusia yang harus senantiasa berserah diri dan bertawakal kepada Sang Pencipta, yaitu Allah SWT.
Dalam kedudukan kita sebagai Warga dan insan Persaudaraan Setia Hati Terate, kita harus tabah ketika dihadapkan dengan cobaan dan tidak lengah ketika menerima berkah. Sikap ini akan membawa kita pada pencapaian yang sesungguhnya, yaitu menjadi manusia yang optimis, penuh semangat, dan selalu berusaha menghadapi setiap tantangan yang datang. Dengan demikian, kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan masyarakat secara luas.
Apabila bertemu dengan rintangan hidup dia akan menerimanya sekalian tersenyum, karena individu Persaudaraan Setia Hati Terate ber-falsafah :

“Manusia dapat dihancurkan, manusia dapat dimatikan. Akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu setia pada hatinya atau ber-SH pada dirinya”.

Bila pada tiap jiwa individu Persaudaraan Setia Hati Terate sudah terpatri satu kesadaran sama seperti yang tergerai di atas, kesatuan persaudaraan yang sejauh ini kita idam – idamkan pasti diwujudkan. Selanjutnya dalam berusaha isi kehidupan kita segera dapat jalaninya dengan senyum dan penuh semangat. Karena Persaudaraan Setia Hati Terate sudah memperlengkapi beberapa Masyarakatnya bermodal yang paling mulia dan tinggi, diantaranya :
  1. Mendidik Manusia yang tidak Pemberani jadi Pemberani.
  2. Mendidik Manusia yang Kurang dapat berkawan dididik jadi Manusia yang menyukai berkawan dan ingin Terima Kedatangan seseorang.
  3. Mendidik Manusia berlaku Kesatria.
  4. Mendidik Manusia agar mempunyai sikap semangat juang yang lebih tinggi. Yakni seorang yang usaha capai Kebahagiaan tanpa mengharap belas kasihan seseorang.
Dari didikan itu benar-benar pemali jika individu Persaudaraan Setia Hati Terate suka membuat seseorang menderita / sulit. Karena Persaudaraan Setia Hati Terate mempunyai adat pertemanan yang mulia, yaitu :
“Aja sok gawe susahing liyan, apa alane gawe senenging liyan. Aja waton omong, ning yen omong sing nganggo waton ben bisa gawe merining liyan.”
yang artinya adalah
“jangan suka membuat orang lain sengsara, apa susahnya membuat orang lain bahagia. Jangan asal bicara, akan tetapi bicaralah yang berdasar, bermakna agar menjadikan orang lain bahagia.”

Kodrat Manusia adalah sebagai Manusia

Manusia memang diciptakan dengan kodrat yang khas dan berbeda dari makhluk lainnya. Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir, merasakan, dan berbuat sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Manusia juga memiliki kemampuan untuk berbicara dan berkomunikasi dengan sesama manusia.
Kodrat manusia sebagai manusia juga mencakup sifat-sifat psikologis yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia memiliki emosi, perasaan, dan pikiran yang kompleks. Manusia juga memiliki keinginan dan kebutuhan yang beragam, sehingga manusia harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara yang sehat dan benar.

Kodrat Manusia Dari Tuhan

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia memang memiliki kodrat yang telah ditentukan oleh-Nya. Kodrat manusia ini mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk karakteristik fisik dan psikologis manusia. Dalam ajaran agama, manusia dipercayai sebagai makhluk yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menjalani hidupnya.
Menurut ajaran agama Islam, manusia dipercayai sebagai khalifah di bumi yang memiliki tugas untuk mengelola dan menjaga bumi serta semua isinya. Manusia juga memiliki tugas untuk beribadah kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan mematuhi perintah-Nya. Selain itu, manusia juga memiliki tanggung jawab untuk menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia dan makhluk lainnya di bumi.
Dalam agama Kristen, manusia dipercayai sebagai makhluk yang diciptakan oleh Tuhan dengan cinta-Nya. Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan agar manusia bisa mengenal-Nya dengan lebih baik dan memuji-Nya. Manusia juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat bumi serta isinya. Selain itu, manusia juga memiliki tanggung jawab untuk berbuat baik dan membantu sesama manusia di sekitarnya.

Manusia mempunyai Sifat Kodrat sebagai Makhluk Sosial

Manusia memang makhluk yang paling kompleks di antara semua makhluk yang ada di bumi. Dalam agama, manusia dipercayai sebagai makhluk yang memiliki kodrat yang telah ditentukan oleh Tuhan. Kodrat manusia ini mencakup berbagai sifat dan karakteristik yang membuat manusia menjadi manusia. Salah satu sifat kodrat manusia yang sangat penting adalah sebagai makhluk sosial.
  1. Ketergantungan pada Orang Lain
    • Manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Ketergantungan pada orang lain menjadi sifat kodrat manusia yang membuat manusia membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Ketergantungan pada orang lain dapat berupa dukungan moral atau materiil.
  2. Empati dan Simpati
    • Empati dan simpati menjadi sifat kodrat manusia yang memungkinkan manusia merasakan perasaan orang lain. Sifat ini membuat manusia mampu memahami dan berempati pada orang lain. Kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain membuat manusia mempunyai keinginan untuk membantu orang lain ketika orang tersebut membutuhkan bantuan.
  3. Komunikasi
    • Manusia mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sifat kodrat ini memungkinkan manusia untuk saling bertukar informasi dan membangun hubungan antar individu. Komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti verbal, nonverbal, atau melalui media sosial.
  4. Keinginan untuk Berkumpul
    • Manusia mempunyai keinginan untuk berkumpul dengan orang lain. Sifat kodrat ini membuat manusia mencari teman atau kelompok untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman. Keinginan untuk berkumpul dengan orang lain membuat manusia mempunyai kegiatan sosial, seperti mengadakan pesta atau acara kumpul-kumpul.
  5. Menciptakan Budaya
    • Manusia mempunyai kemampuan untuk menciptakan budaya. Sifat kodrat ini membuat manusia menciptakan berbagai budaya yang memungkinkan manusia untuk hidup bersama dengan harmonis. Budaya mencakup bahasa, agama, seni, dan adat istiadat yang menjadi bagian dari identitas manusia.
Sifat kodrat manusia sebagai makhluk sosial membuat manusia membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup. Ketergantungan pada orang lain, empati dan simpati, komunikasi, keinginan untuk berkumpul, dan menciptakan budaya merupakan sifat kodrat manusia yang memungkinkan manusia untuk hidup bersama dengan harmonis. Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan memperkuat sifat kodratnya sebagai makhluk sosial.

Bagikan

Apa yang dimaksud Alquran

Apa yang dimaksud Alquran

Apa yang dimaksud Alquran Apa yang dimaksud Alquran ?, Al Quran ialah kitab suci umat Islam yang dipandang seperti wahyu