Sejarah Setia Hati Terate: dari Kisah Soeratno Sorengpati, Pencetus Setia Hati Terate

Sejarah Setia Hati Terate: dari Kisah Soeratno Sorengpati, Pencetus Setia Hati Terate

Sejarah Setia Hati Terate

Sejarah Setia Hati Terate: dari Kisah Soeratno Sorengpati, Pencetus Setia Hati Terate atau disingkat menjadi SH Terate. Awalnya organisasi ini bernama SH PSC, namun saat ini lebih dikenal oleh anggota Warga dan masyarakat umum sebagai Persaudaraan Setia Hati Terate yang disingkat menjadi PSHT.
Memahami PSHT atau Persaudaraan Setia Hati Terate adalah sebuah organisasi bela diri yang berasal dari Kota Madiun – Jawa Timur. PSHT didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan atas dasar Ijin dari Ki Ngabehi Soero Diwiryo. PSHT awalnya bernama SH PSC atau Setia Hati Pemuda Sport Club, yang kemudian diganti menjadi Setia Hati Terate atau SH Terate pada tahun 1942.
Perubahan nama ini dilakukan berkat usulan dari Kang Mas Soeratno Sorengpati, seorang Warga SH Terate atau Setia Hati Terate yang memberikan kontribusi penting dalam organisasi tersebut. Soeratno Sorengpati adalah murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang memiliki ke-setiahatian tinggi terhadap organisasi PSHT. Ia memberikan usulan untuk mengganti nama organisasi dari SH PSC menjadi Setia Hati Terate atau SH Terate pada tahun 1942, yang kemudian disepakati pada kongres pertama yang diadakan di rumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Kota Madiun pada tahun 1948.
Literasi informasi dari usulan perubahan nama tersebut didasarkan pada sumber buku Ke SH an atau KeSHan yang menjadi panduan bagi semua Warga Anggota Organisasi PSHT sejak berdirinya. Meski dari buku KeSHan tersebut yang telah dicetak ulang dan didistribusikan kembali pada tahun 1990 dan 2000-an, namun sumber tersebut tetap menyatakan bahwa perubahan nama SH Terate dimulai sejak kisah SH Terate yang tertuang bahwa pada tahun 1942 dari seorang murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo, yakni Kang Mas Soeratno Sorengpati mengganti nama SH PSC menjadi Setia Hati Terate atau disingkat SH Terate.
Dalam artikel ini, kami menguraikan terkait informasi yang sering membingungkan terkait sebuah ungkapan dari Pencetus Nama ‘SH Terate’ adalah Kang Mas Soeratno Sorengpati yaitu seorang Warga SH Terate atau Setia Hati Terate yang memberikan sebuah Pendapat sebagai Kontribusi terhadap Organisasi yang termashur, yang saat ini disebut Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT. Diharapkan, dengan artikel ini, pemahaman tentang sejarah PSHT dan kontribusi Kang Mas Soeratno Sorengpati dalam organisasi tersebut dapat lebih mudah dipahami.
Sebagai catatan, meski dari literasi yang tertuang di dalam panduan KeSHan tidak menyebutkan titik lokasi dimana tempat peresmian tersebut, namun dari tahun dan pernyataan pencetusan sudah terang seharusnya terkait dalam menjelaskan sejarah kesepakatan nama organisasi dari SH PSC ke Setia Hati Terate atau SH Terate, hal ini ditekankan karena untuk menyelaraskan sebuah informasi dari tujuan utama organisasi yang mendidik manusia berbudi luhur yang mengerti benar dan salah, sehingga tidak dibuat untuk penyimpangan guna mendapatkan keuntungan semata bagi kelompok tertentu.
<a href="https://www.pshterate.com/"><img src="Sejarah Setia Hati Terate dari Kisah Soeratno Sorengpati, Pencetus Setia Hati Terate.jpg" alt="Sejarah Setia Hati Terate: dari Kisah Soeratno Sorengpati, Pencetus Setia Hati Terate"></a>
Demikianlah artikel tentang Sejarah Setia Hati Terate (SH Terate) yang saat ini telah berubah dalam struktur nama organisasi menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate yang biasa disebut dan disingkat menjadi PSHT serta kontribusi Kang Mas Soeratno Sorengpati dalam organisasi tersebut.

Bagikan

Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate

Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate

Sejarah Singkat Persaudaraan Setia Hati Terate Sejarah Persaudaraan Setia Terate, Berdirinya Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate tidak dapat dipisahkan dari kisah pendirinya.
Arti Setia Hati Terate

Arti Setia Hati Terate

Arti Setia Hati Terate Dalam kodratnya, manusia memiliki kecenderungan dan keinginan untuk tumbuh dan berkembang menuju proses pembentukan jatidiri yang