Ajaran Setia Hati Terate Tarmadji Boedi Harsono

Ajaran Setia Hati Terate Tarmadji Boedi Harsono

Ajaran Setia Hati Terate

Ajaran Setia Hati Terate merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai kearifan dan kesatriaan yang patut dijaga keutuhannya. Oleh karena itu, sebagai Warga Setia Hati Terate, kita harus selalu mengingatkan dan menghimbau satu sama lain untuk senantiasa menjaga kemurnian ajaran tersebut. Hal ini juga diungkapkan oleh Kang mas Tarmadji Boedi Harsono, yang menekankan pentingnya menjaga keutuhan ajaran Setia Hati Terate dengan tidak mencampuradukkan atau mengajarkan laku dan ilmu dari luar.
Ajaran Setia Hati Terate Tarmadji Boedi Harsono

8 Poin Penting Dalam Ajaran Setia Hati Terate

Ajaran Setia Hati Terate telah dikenal luas di masyarakat sebagai salah satu ajaran spiritual yang memiliki nilai-nilai yang mendalam dan mengajarkan tentang kehidupan yang seimbang dan harmonis. Dalam artikel ini, akan diuraikan 8 poin penting yang terkandung dalam ajaran Setia Hati Terate. Dari sejarah dan asal-usul ajaran ini, hingga nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya, laku ikhlas dan pemahaman tentang kehidupan, peran Setia Hati Terate dalam kehidupan masyarakat, hingga pentingnya menjaga kemurnian ajaran tersebut. Dengan memahami 8 poin penting ini, diharapkan dapat membantu kita untuk lebih mendalami ajaran Setia Hati Terate dan mengaplikasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
    1. Sejarah dan Asal Usul Setia Hati Terate

Ajaran Setia Hati Terate memiliki sejarah dan asal usul yang panjang, dimulai dari keberadaan kerajaan-kerajaan di Jawa.

    1. Nilai-Nilai Ajaran Setia Hati Terate

Ajaran Setia Hati Terate memiliki beberapa nilai-nilai yang sangat penting untuk dipahami, antara lain kesetiaan, kesatriaan, dan kearifan.

    1. Laku Ikhlas dan Pemahaman tentang Kehidupan

Laku ikhlas dan pemahaman tentang kehidupan merupakan bagian penting dari ajaran Setia Hati Terate, yang dapat membantu kita mencapai kedamaian batin dan kesuksesan dalam kehidupan.

    1. Peran Setia Hati Terate dalam Kehidupan Masyarakat

Ajaran Setia Hati Terate juga memiliki peran yang penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam membentuk karakter yang baik dan memperkuat hubungan sosial.

    1. Pentingnya Menjaga Kekompakan dan Keutuhan Persaudaraan

Kekompakan dan keutuhan persaudaraan adalah hal yang sangat penting dalam ajaran Setia Hati Terate, sehingga perlu dijaga dengan baik agar ajaran tersebut tetap terjaga dan berkembang.

    1. Hak Paten dan Perlindungan Intelektual

Persaudaraan Setia Hati Terate telah memiliki beberapa hak paten, seperti lambang/badge, baju seragam, gambar senam-jurus, baju batik, logo, serta mars Setia Hati Terate. Perlindungan intelektual dan produk budaya warisan leluhur Setia Hati Terate juga sedang dalam proses pengurusan hak paten.

    1. Bahaya Mencampuradukkan Ajaran Setia Hati Terate dengan Ajaran Lain

Mencampuradukkan ajaran Setia Hati Terate dengan ajaran lain dapat membahayakan kemurnian ajaran tersebut, sehingga perlu dihindari.

    1. Pesan Kang mas Tarmadji tentang Ngelmu

Kang mas Tarmadji menekankan agar saudara Warga Setia Hati Terate yang mempelajari ilmu dan laku dari luar ajaran Setia Hati Terate, menjadikannya hanya sebagai bekal pengayaan keilmuan pribadi masing-masing dan tidak mencoba mencampuradukkan atau mengajarkannya kepada saudara Setia Hati Terate.

Untuk lebih memahami ajaran Setia Hati Terate, sangat disarankan untuk membaca seluruh kandungan dalam artikel ini. Perhatikan dengan baik sejarah dan asal usul ajaran tersebut, nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya, laku ikhlas dan pemahaman tentang kehidupan, peran Setia Hati Terate dalam kehidupan masyarakat, pentingnya menjaga kesucian ajaran, serta konsekuensi dari mencampuradukkan ajaran dengan hal-hal lain yang bertentangan dengan nilai-nilai Setia Hati Terate. Setelah memahami kandungan artikel ini, diharapkan pembaca dapat mengimplementasikan nilai-nilai ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita dapat menjadi manusia yang lebih bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap sesama, serta turut memajukan masyarakat dan dunia yang lebih baik.

Ajaran Setia Hati Terate Tarmadji Boedi Harsono

Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono selalu mengingatkan bahwa tujuan utama dari Setia Hati Terate adalah untuk membentuk manusia berbudi luhur yang tahu benar dan salah, serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui pelajaran Pencak Silat. Persaudaraan yang dipegang teguh oleh Setia Hati Terate adalah sebuah persaudaraan yang tulus, didasari oleh rasa saling sayang-menyayangi, hormat-menghormati, dan bertanggung jawab.
Sebagai sebuah jalinan persaudaraan yang seutuhnya, persaudaraan yang dianut oleh Setia Hati Terate tidak memandang siapa aku dan siapa kamu, tidak dilandasi oleh sesuatu yang bersifat keduniawian seperti derajat, pangkat, dan martabat, dan bukan pula persaudaraan yang dibatasi oleh suku, ras, agama, dan antar golongan.
Hal ini menunjukkan bahwa Setia Hati Terate memandang bahwa semua manusia di muka bumi ini pada dasarnya sama, yakni sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Di hadapan Allah SWT, yang dinilai adalah kadar iman dan ketaqwaannya. Oleh karena itu, menjaga persaudaraan yang telah kita yakini ini menjadi tugas dan kewajiban utama kita untuk mewujudkan kedamaian dan kelestarian dunia, yang disebut juga dengan Memayu Hayuning Bawono.
Dengan begitu, Setia Hati Terate memegang teguh prinsip-prinsip persaudaraan yang tidak hanya diucapkan, tetapi juga dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sebagai anggota Setia Hati Terate, kita harus senantiasa memelihara persaudaraan ini agar tetap kokoh dan terjaga dengan baik. Kita juga harus mampu menunjukkan kepada masyarakat bahwa persaudaraan yang tulus dan menghargai perbedaan adalah kunci untuk menciptakan perdamaian dunia yang sejati.
Sebagai Warga Setia Hati Terate, kita memiliki tugas mulia yang harus diemban dengan sungguh-sungguh. Tugas tersebut adalah mengemban dharma dan amanat budi luhur, meskipun kita sadar bahwa kita masih jauh dari kesempurnaan. Namun, kita harus menyadari bahwa nilai-nilai kesempurnaan sepenuhnya dimiliki oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, kita harus terus mengembangkan diri dan memperbaiki kekurangan yang ada.
Selain itu, tugas kita sebagai Warga Setia Hati Terate juga meliputi mengemban amanat budi luhur yang terbentang di depan mata, yaitu memperjuangkan eksistensi kemanusiaan. Tantangan yang dihadapi tidaklah sedikit, mulai dari pergeseran nilai akibat era transformasi hingga tantangan yang lahir dari dalam diri kita sendiri sebagai makhluk universal. Namun, kita harus yakin bahwa tantangan tersebut bisa diatasi dengan tekad yang kuat dan keyakinan yang bulat.
Namun, penting untuk diingat bahwa musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri. Oleh karena itu, kita harus senantiasa merenung dan memperbaiki diri sendiri agar terhindar dari hawa nafsu yang bisa menghalangi kita dalam mengemban tugas budi luhur ini. Dalam Preambole/Mukadimah Setia Hati Terate juga dijelaskan bahwa rintangan dan malapetaka sebenarnya bukanlah karena kekuatan yang ada di luar diri kita, melainkan karena kita sendiri.
Mari kita berjuang bersama-sama sebagai Warga Setia Hati Terate dengan penuh semangat dan optimisme untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan bangsa dan negara, serta mewujudkan Memayu Hayuning Bawono. Kita harus tetap yakin bahwa segala tugas dan tantangan yang dihadapi bisa diatasi dengan tekad yang kuat, keyakinan yang bulat, dan kebersamaan yang erat dalam persaudaraan yang tulus dan hormat-menghormati.
Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono selalu mengingatkan kita sebagai Warga Setia Hati Terate untuk selalu menghargai dan menjaga ajaran Setia Hati Terate. Meskipun banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi, namun kita harus senantiasa mengevaluasi diri (mesu budi), perbanyak tirakat dan berlomba untuk membersihkan hati. Kita harus sadar bahwa dengan bersama-sama kembali pada nilai-nilai ajaran Setia Hati Terate, maka Persaudaraan ini akan tetap utuh dan ajaran Setia Hati Terate bisa terselamatkan.
Sebagai wujud ikhtiar dalam proses penyelamatan ajaran Setia Hati Terate, Persaudaraan Setia Hati Terate telah memiliki hak paten atas sejumlah aset seperti Lambang/badge, baju seragam, gambar senam-jurus dan pasangan, baju batik, Logo serta Mars Setia Hati Terate. Kekayaan intelektual dan produk budaya warisan leluhur Setia Hati Terate juga sedang dalam proses pengurusan hak paten. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga aset intelektual yang sudah dipatenkan dengan mengedepankan Persaudaraan dan nilai-nilai kearifan serta kesatriaan.
Dalam menghadapi tantangan dan rintangan yang ada, kita harus ingat bahwa musuh terbesar kita adalah diri sendiri, yaitu hawa nafsu. Oleh karena itu, kita di didik penuh kesederhanaan dan status yang kita sandang saat ini hanyalah titipan sementara. Hal ini tidak akan berpengaruh di dalam Persaudaraan, yang menjadi prioritas utama adalah menjaga dan memperjuangkan ajaran Setia Hati Terate.
Oleh karena itu, Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono menegaskan, mari kita bersama-sama berjuang untuk memegang teguh ajaran Setia Hati Terate dan kembali ke jatidiri. Setia Hati Terate adalah milik kita bersama, maka jangan biarkan ajaran ini hilang di tengah arus zaman. Bersama-sama, kita mampu menjaga keutuhan Persaudaraan dan mempertahankan ajaran Setia Hati Terate agar tetap ada di mana-mana.
Kang Mas Tarmadji Boedi Harsono, sebagai sesepuh dan pemimpin Persaudaraan Setia Hati Terate, telah mengeluarkan pesan yang sangat penting bagi seluruh Warga Setia Hati Terate. Pesan tersebut berkaitan dengan ngelmu atau ilmu pengetahuan, yang merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Kang Mas Tarmadji berpesan kepada seluruh saudara Warga Setia Hati Terate yang mempelajari ilmu dari luar ajaran Setia Hati Terate, untuk menjadikannya sebagai bekal pengayaan keilmuan pribadi masing-masing. Hal ini sangat dianjurkan agar kita bisa mengembangkan potensi diri dan menambah wawasan dalam berbagai bidang.
Namun, Kang Mas Tarmadji juga menegaskan bahwa saudara Warga Setia Hati Terate tidak diperbolehkan untuk mencampur adukkan atau mengajarkan laku dan ilmu yang diperoleh dari luar kepada sesama Warga Setia Hati Terate. Hal ini dimaksudkan agar kemurnian ajaran Setia Hati Terate tetap terjaga dan tidak terkontaminasi dengan ajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai Setia Hati Terate. Sebagai anggota Persaudaraan Setia Hati Terate, kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan dan kesatriaan, serta memegang teguh ajaran Setia Hati Terate.
Dalam hal ini, Kang Mas Tarmadji mengajak kita untuk saling menghargai dan mendukung satu sama lain dalam proses pengembangan diri. Kita bisa belajar dari ilmu dan pengalaman orang lain, namun tetap menjaga kesucian ajaran Setia Hati Terate dan memperkuat jatidiri sebagai Warga Setia Hati Terate. Jangan sampai ajaran Setia Hati Terate tercampur aduk dengan ajaran yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Persaudaraan Setia Hati Terate. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjaga kemurnian ajaran Setia Hati Terate dan memperkuat Persaudaraan sebagai keluarga besar yang selalu solid dan bersatu.

Menjaga Keutuhan Ajaran Setia Hati Terate

Dalam menjaga keutuhan ajaran Setia Hati Terate, hak paten telah diberikan pada sejumlah aset dan produk budaya warisan leluhur tersebut. Namun, tanggung jawab menjaga kemurnian ajaran tidak hanya berada pada pemegang hak paten, melainkan juga seluruh Warga Setia Hati Terate. Dengan selalu mengedepankan nilai-nilai kearifan dan kesatriaan, serta menjaga kemurnian ajaran, Setia Hati Terate dapat tetap utuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Mari bersama-sama memegang teguh ajaran Setia Hati Terate, dan memperjuangkan agar Setia Hati Terate selalu ada di mana-mana.

Bagikan

Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate

Sejarah Persaudaraan Setia Hati Terate

Sejarah Singkat Persaudaraan Setia Hati Terate Sejarah Persaudaraan Setia Terate, Berdirinya Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate tidak dapat dipisahkan dari kisah pendirinya.
Arti Setia Hati Terate

Arti Setia Hati Terate

Arti Setia Hati Terate Dalam kodratnya, manusia memiliki kecenderungan dan keinginan untuk tumbuh dan berkembang menuju proses pembentukan jatidiri yang